slogan

WE SERVE BETTER

Selasa, 03 Februari 2015

SEJARAH MINANGKABAU - KERAJAAN DANG TUANKU DAN IMBANG JAYO 1

KERAJAAN DANG TUANKU DAN KERJAAN IMBANG JAYO

KERAJAAN KANDIS maju sedemikian pesatnya, seiring dengan itu daratan pun mulai bermunculan, pulau - pulau kecil dan besar serta perbukitan yang kemudian berubah menajdi hutan hutan kecil dan semakin lama semakin ramailah penduduk yang mendiaminya sehingga bermunculanlah kerajaan - kerajaan baru.

KOTO ALANG, KANCIL PUTIH, PINANG MASAK, DANG TUANKU, IMBANG JAYO. berdiri pada perkiraan tahun 50 hingga 80 masehi, kemudian kerajaan KOTO ALANG yang mulai maju pesat berperang melawan kerajaan KANCIL PUTIH yang kemudian dengan siasat raja kancil putih berhasil meminta pertolongan kepada kerajaan kandis untuk mengalahkan kerajaan koto alang. akhirnya kerajaan koto alang pun berakhir di sebabkan raja AUR KUNING memilih meninggalkan kerajaannya dari pada harus melawan kemenakannya, begitu juga dengan TUMENGGUNG dan PERPATIH yang membantu raja AUR KUNING lebih memilih kembali ke kerajaannya dari pada harus melawan kakak kandung mereka.

RAJA AUR KUNING kemudian mendirikan kerajaan LUBUK JAMBI. sementara TUMENGGUNG di daulat menjadi raja di KERAJAAN BUNGO SETANGKAI dan bergelar DATUK KATUMANGGUNGAN, sementara itu PERPATIH atau SUTAN BALUN di daulat menjadi raja di KERAJAAN DUSUN TUO ( LIMO KAUM ) dengan gelar DATUK PERPATIH
akhirnya kerajaan - kerajaan itu bahu membahu dan mulai membentuk semacam persatuan kerajaan.

RAJA AUR KUNING sebagai seorang putera dari keturunan SRI MAHARAJA DEPANG dengan permaisuri yang masih kakak kandung dari permaisuri SRI MAHARAJA DIRAJA, ia  memiliki adik tiri, setelah kepergiannya meninggalkan ibundanya menuju kerajaan KANDIS, adik - adiknya telah besar, ibundanya yang bergelar BUNDO KANDUANG ( gelar yang di beri di saat mengandung dirinya menempuh perjalanan jauh hingga tiba di gunung kerinci ) telah menikah dengan Raja penguasa KERAJAAN KURINCI yang bergelar PANDEKA PANJANG GOMBAK, dan melahirkan anak bergelar SUTAN RUMANDUNG yang setelah besar bergelar DANG TUANKU, dan PANDEKA PANJANG GOMBAK ini pun menikahi dayang BUNDO KANDUANG yang bernama KEMBANG BANDAHARI dan melahirkan putra bernama CINDUA MATO,  setelah mereka besar mereka juga berkeinginan untuk menyusul kakak mereka, namun keadaan telah berubah lain, lautan dulu yang maha luas telah mulai surut dan telah banyak pulau pulau yang bermunculan, kemudian berangkatlah mereka meninggalkan kerajaan kurinci, bermaksud menyusul kakak mereka,  

di dalam perjalanan mereka telah mendengarkan gonjang ganjing ( BERITA ) tentang kondisi di kerajaan KANDIS sehingga SUTAN RUMANDUNG mengambil keputusan berhenti di sebuah daratan kosong yang di temuinya dalam perjalanan dan mendirikan tempat per istirahatan di sana sebelum meneruskan ke inginannya untuk mencari kakak mereka. tetapi lambat laun tempat istirahat itu makin ramai di singgahi para pedagang, dan di daratan yang mereka diami banyak di temukan pohon kelapa dan buah - buahan serta pohon botuang ( bamboo ).  dan yang paling utama adalah banyaknya di temukan pokok ruyung yang buahnya juga enak di buat makanan serta air irisannya bias di buat NIRA.

setelah dua tahun di sana mereka menetapkan untuk mendirikan kerajaan disana dan di daulatlah  SUTAN RUMANDUNG menjadi raja di sana. di bantu oleh CINDUA MATO. maka berkembang pesatlah kerajaan itu yang tak lain kemudian di kenal dengan sebutan KERAJAAN DANG TUANKU sesuai gelar yang di miliki oleh SUTAN RUMANDUNG.
sehingga akhirnya mereka mendengar kabar bahwa telah terjadi peperangan di KANDIS dan kakak mereka telah meninggalkan kerajaan KOTO ALANG, dan mendirikan kerajaan baru bernama LUBUK JAMBI.

PENGENALAN SINGKAT TOKOH CINDUA MATO DAN DANG TUANKU

CINDUA MATO adalah seorang pangeran muda tampan sakti dan gagah berani, cerdik dan pandai, konon pada masa itu tak satupun yang bias menandingi kesaktiannya. kesaktiannya konon ia dapat dari belajar ilmu kesaktian pada ayahnya PANDEKA PANJANG GOMBAK dan pamannya RAJO INDERA PURO yang bergelar RAJO MUDO.

DANG TUANKU adalah pewaris tahta KERAJAAN KURINCI di sebabkan ia anak pertama dari pernikahan BUNDO KANDUANG dan PANDEKA PANJANG GOMBAK, sedang AUR KUNING adalah putra pertama bundo kanduang dengan SRI MAHARAJA DEPANG. dan karena telah lama meninggalkan sri maharaja depang, dan sepertinya tidak ada seorang pun yang menyusulnya, bundo kanduang memutuskan menerima pinangan PANDEKA PANJANG GOMBAK untuk di jadikannya permaisuri di KURINCI,  dan setelah kerajaan DANG TUANKU makin makmur dan maju, bundo kanduang di boyongnya ke sana. sementara itu PANDEKA PANJANG GOMBAK ayahnya telah meninggal dunia.


dengan berpindahnya bundo kanduang ke kerajaan DANG TUANKU maka kerajaan kurinci menjadi kosong dan oleh adik sepupu raja PANDEKA PANJANG GOMBAK kerajaan di pindahkannya ke TAPAN dan di beri nama KERAJAAN KOYING. kerajaan ini berdamping - dampingan dengan kerajaan RAJO MUDO - INDERAPURA


kisah tentang cindua mato :
Edisi cetak tertua kaba ini adalah yang dicatat oleh van der Toorn, Tjindur Mato, Minangkabausch-Maleische Legende. Edisi ini hanya memuat sepertiga saja dari manuskrip asli yang tebalnya 500 halaman. Pada 1904 Datuk Garang menerbitkan edisi lengkap kaba ini di Semenanjung Malaya, dalam aksara Jawi. Edisi ini mirip dengan versi van der Toorn. Edisi Datuk Garang didasarkan pada manuskrip milik keluarga seorang Tuanku Laras di daerah Minangkabau timur.[2] Edisi lain adalah Saripado (1930), Madjoindo (1964), Endah (1967), Singgih (1972) dan Penghulu (1982). Cerita ini juga telah disadur ke dalam bentuk sandiwara oleh Moeis (1924), Penghulu (1955), dan Hadi (1977 dan dalam Esten, 1992).[1]
Naskah kaba ini tersimpan di berbagai perpustakaan, antara lain Jakarta (Juynboll, 1899) dan Leiden (Van Ronkel, 1921). [1]