slogan

WE SERVE BETTER

Jumat, 19 Agustus 2016

ASAL NAMA MINANGKABAU

ASAL NAMA MINANGKABAU - LEGENDA


kita mengenal nama minangkabau,.. dari manakah asalnya?
begini kisah legendanya...

abad ke 12 masehi,
di sumatera masa itu di kuasai oleh sebuah kerajaan melayu yang sangat besar bernama DHARMASRAYA dengan rajanya SRI MAULI WARMADEWA ( dinasty mauli ). ia memimpin kerajaan dengan amat damai, dan boleh di kata masa itu adalah masa dimana tidak ada peperangan dan pemberontakan, masyarakatnya menikmati kehidupan secara damai.
kerajaan yang berada tidak jauh dari aliran sungai BATANGHARI  yang berhulu ke SUNGAI DAREH. menjadi satu satunya pusat perdagangan yang sangat masyur setelah sriwijaya di taklukan oleh RAJENDRA dari kerajaan colomandel india.

namun pada abad ke 12 masehi telah atang rombongan pasukan dari tanah jawa, dari kerajaan singasari yang ingin menaklukan kerajaan melayu ini,
sebagaimana tertulis dalam beberapa tulisan yang di salin oleh wikipedia
Dalam Kidung Panji Wijayakrama dan Pararaton menyebutkan pada tahun 1275, Kertanagara mengirimkan utusan dari Jawa ke Sumatera yang dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu yang dipimpin oleh Mahisa Anabrang atau Kebo Anabrang. Kemudian pada tahun 1286 Kertanagara kembali mengirimkan utusan untuk mengantarkan Arca Amoghapasa yang kemudian dipahatkan pada Prasasti Padang Roco di Dharmasraya ibu kota bhumi malayu, sebagai hadiah dari Kerajaan Singhasari. Tim ini kembali ke Pulau Jawa pada tahun 1293 sekaligus membawa dua orang putri dari Kerajaan Melayu yang bernama Dara Petak dan Dara Jingga. Kemudian Dara Petak dinikahi oleh Raden Wijaya yang telah menjadi raja Majapahit penganti Singhasari, dan pernikahan ini melahirkan Jayanagara, raja kedua Majapahit. Sedangkan Dara Jingga dinikahi oleh sira alaki dewa (orang yang bergelar dewa) dan kemudian melahirkan Tuan Janaka atau Mantrolot Warmadewa yang identik dengan Adityawarman,[5] dan kelak menjadi Tuan Surawasa (Suruaso) berdasarkan Prasasti Batusangkar di pedalaman Minangkabau.


dalam perkembangannya akhirnya JAYANEGARA dan ADITYA WARMAN tumbuh bersama di dalam istana majapahit, mereka sangat akrab sebagai saudara sepupu. hingga akhirnya
jayanegara menggantikan ayahnya RADEN WIJAYA menjadi raja di majapahit. namun kemelut politik yang tercipta dari istri lain ayahnya yang merupakan keturunan dari kertanegara raja ter akhir singasari telah membuat JAYA NEGARA terbunuh di tangan tabib istana yang bernama RA TANCA.
dalam kondisi itu, aditya warman tidak dapat berbuat banyak sebab seorang mahapatih bernama GAJAH MADA mengkondisikan TRIBUANA TUNGGA DEWI untuk menggantikan saudaranya.
akhirnya ADITYA WARMAN kembali ke tanah malayu - dharmasraya.

dengan kedatangannya kembali ke dharmasraya yang di sambut suka cita oleh kakek dan pamannya, ia kemudian di jodohkan dengan seorang puteri dari kerajaan BUKIT BATU PATAH dan kemudian tinggal di sana.

KERAJAAN BUKIT BATU PATAH pada masa itu mendirikan istana di tepian sebuah sungai setelah aditya warman menikahi putri sang raja. namun sayangnya sungai tersebut di jaga oleh para buaya yang sangat banyak.
oleh kecerdikan ADITYA WARMAN sungai di pagari dengan pokok / pohon ruyung begitu juga istananya, akhirnya istana tersebut di kenal dengan sebutan ISTANA PAGARUYUNG. dari sinilah bermula nama pagaruyung menjadi makin masyur dan terkenal, orang pun menyebutnya sebagai kerajaan PAGARUYUNG.

aditya warman yang ahli tata negara dan peperangan berhasil menyatukan kerajaan - kerajaan kecil yang ada di kawasan gunung merapi hingga ke jambi, karo, aceh dan bangkahulu.. di bawah panji panji kerajaan pagaruyung. hal tersebut membuat gajah mada naik pitam dan mengirimkan tentaranya untuk menaklukan adityawarman
terjadilah peperangan dahsyat dengan keduanya.

akhirnya aditya warman meminta menghentikan peperangan dan menukar dengan mengadu hewan apa saja. menimbang keduanya adalah masih bersaduara.
akhirnya peperangan pun di tukar dengan adu kerbau.

pihak majapahit mendatangkan induk kerbau yang sangat besar dan di lawan oleh pihak pagaruyung yang di pimpin adityawarman yang sangat cerdik, akhirnya kerbau dari majapahit kalah terobek perutnya dan lari keluar gelanggang... maka sontak rakyat pagaruyung dan prajuritnya berteriak MENANGKABAU - MENANGKABAU - MENANGKABAU...
dari kata - kata inilah kemudian tercipta kata MINANGKABAU.