slogan

WE SERVE BETTER

Minggu, 20 September 2015

PENGALAMAN SAYA 1

PENGALAMAN SAYA 1
( DARI BALI KE MINANGKABAU JUNI 1994 )

MASA ITU : 
saya baru saja menyelesaikan sekolah saya di SMA N 1 PEKUTATAN, di sebuah kampung di Bali, tepatnya di kabupaten Jembrana.
saya tinggal di desa Pulukan, hidup sebagai anak petani cengkeh yang amsa itu begitu sulit kehidupannya di sebbabkan monopoli dagang oleh Tomy Suharto, dimana semua cengkeh penjualannya di kuasai oleh tomy.

hidup dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu masa itu, menyebabkan saya tidak bisa meneruskan untuk kuliah, walau ke inginan di hati sedemikian tinggi untuk berkuliah, apa daya biaya tidak ada.
sehari - hari saya membantu orang tua di kebun, memetik cengkeh ataupun beternak kambing dan membantu pekerjaan lainnya yang lebih dekat sebagai KULI.
semua itu saya tekuni tanpa saya merasa malu sebab saya tidak ingin melihat orang tua saya susah demi masih menanggunkan dua orang adik yang masih sekolah.

suatu ketika, bapak pulang dari kota jembrana mengabarkan ada program PERTUKARAN PEMUDA ANTAR PROVINSI dengan mengikuti seleksi yang di pilih hanya 50 orang saja, dan satu orang per kecamatan. 
singkat cerita saya lolos dan terpilih sebagai peserta termuda dari semua peserta, umur saya saat itu baru 18 th. dan kawan - kawan saya yang lain ada yang sudah berumur 40 th.
maka berangkatlah kami ke SUMATERA BARAT sebuah provinsi yang tidak pernah ada dalam benak saya dan tidak pernah terpikir untuk kesana.

TIBA DI SUMATERA BARAT.
perjalanan jauh dengan BUS ANS telah kami lalui, 3 HARI 2 MALAM di dalam BUS. 
pengalaman - pengalaman unik di perjalanan telah kami lalui beberapa hari, kami adalah pemuda - pemuda bali yang jarang keluar dari pulau kami, sekali keluar kami tiba di sebuah negeri yang sangat jauh. berbeda karakter dan kondisi, sungguh penyesuaian yang begitu berat.

awal pertama tiba kami di tempatkan di asrama haji lama di jalan sudirman, sekarang mungkin sudah tidak ada lagi. 

sungguh aneh kota ini, hingar - bingar bus kota, angkot dan sebagainya di tambah lagi tawuran antar pelajar yang kami jumpai waktu itu. 

saat itu beli nasi bungkus dengan lauk ayam masih dengan harga Rp 1,500,- sangat murah waktu itu. dimana perekonomian yang parah tapi harga sembako tidak terlalu tinggi.
gaji saya saat itu mengikuti program pertukaran pemuda ini perbulannya adalah Rp 500,000
mungkin setara dengan gaji guru sd yang baru mengajar saat itu.

sepekan kami dikota PADANG, ibu kota provinsi sumatera barat, barulah kemudian kami di tempatkan di beberapa KABUPATEN di Sumatera barat.

saya di tempatkan di payakumbuh - kabupatten lima puluh kota.