slogan

WE SERVE BETTER

Minggu, 01 Februari 2015

SEJARAH MINANGKABAU - EPISODE TUMENGGUNG DAN PERPATIH DI KANDIS

TUMENGGUNG DAN PERPATIH DI KERAJAAN KANDIS

setelah kedua pangeran ini di selamatkan oleh PANGERAN AUR KUNING dan akhirnya mereka bertiga menjadi sahabat baik, bersama sama mereka berlayar menuju kerajaan KANDIS yang di ketahui mereka bahwa yang menjadi raja di sana adalah kakak kandung TUMENGGUNG, begitulah perjalanan mereka berminggu minggu di atas bahtera akhirnya sampailah mereka di KANDIS.
 
sebuah pemandangan menakjubkan mereka saksikan mulai mendekati kerajaan itu, perahu - perahu begitu ramai di sekitar pelabuhan, ada bahtera - bahtera yang sangat besar sepuluh kali lipat besarnya dari bahtera mereka, pelan bahtera AUR KUNING mendekati dermaga, kemudian mereka menyandarkannya. para pengawal dan pengikut aur kuning seperti telah di komando, ada yang berjaga di bahtera mereka, ada yang emmasak, ada yang turun menari perbekalan, ada yang mencari pakaian, ada yang berniaga menjual DAMAR dan sebagian saja mengiringi ke TIGA PANGERAN itu menuju istana.
 
sesampainya di gerbang istana, mereka ber tiga di hentikan oleh pengawal dan di tanyai maksud dan tujuannya, akhirnya setelah beberapa lama menunggu pengawal itu membawa mereka
menghadap raja, DATO RAJO TUNGGAL, saat itu raja  berumur 60 tahun, selang 25 tahun setelah berpisah dengan ayahnya SRI PADUKA MAHARAJA DIRAJA, lama ia mengamati ke tiga pangeran itu, akhirnya ia bertanya kepada AUR KUNING, menanyakan siapakah sebenarnya mereka,
satu persatu dari AUR KUNING menjelaskan bahwa AYAHNYA BERNAMA SRI MAHARAJA DIPANG, ia berasal dari KERAJAAN KURINCI, ia berpisah dengan ayahnya sewaktu masih bayi,  karena mengikuti IBUNDAnya yang berkeinginan menyusul ADIK KANDUNGNYA PRAMESWARI namun malang mereka tidak dapat menyusul melainkann terdampar di GUNUNG KURINCI - KERINCI sekarang. dan kemudian mereka mendirikan kerajaan di sana. dan kemudian menceritakan bahwa ibunya sudah menikah dengan RAJA INDERA PURO. untuk itu dirinya ingin mencari saudara ayahnya yang konon arah persinggahannya di KERAJAAN KANDIS ini.
mendengar penuturan itu termenunglah sang raja, tak kalah permaisurinya lebih termenung lagi mendengar penuturan kisah AUR KUNING.
 
kemudian raja kembali menatap dua orang pangeran lainnya yang wajahnya tampan dan berseri serta sangat mirip keduanya. namun pembawaan perpatih lebih tenang di bandingkan kakaknya TUMENGGUNG.
kemudian dengan bersemangat TUMENGGUNG bercerita tentang ayahandanya telah meninggal dan ibunya pun telah menikah dengan patih CATI BILANG PANDAI dan telah melahirkan adiknya ini PERPATIH. makin tercenunglah sang baginda raja, dan butiran air mata pun menetes kemudian mereka memanggil ke tiga pangeran itu dan memeluknya. raja pun menceritakan kalau mereka adalah bersaudara semuanya. dimana AUR KUNING sendiri adalah saudara SEPUPU mereka. maka semenjak itu hiduplah mereka di ISTANA DAMNA. dan ikut membangun membesarkan KERAJAAN KANDIS.
 
saat itu perdagangan maju pesat, DATO BANDARO HITAM sebagai menteri perdagangan memimpin perniagaan secara turun temurun, hingga berniaga ke daerah yang jauh dengan perahu OJUNG nya ( kapal kayu ) hingga ke kerajaan SALAKA NAGARA. kerajaan ini baru baru saja berdiri dan penduduknya sudah mulai ramai,
 
Kerajaan Salakanagara (Salaka=Perak) atau Rajatapura termasuk kerajaan Hindu. Ceritanya atau sumbernya tercantum pada Naskah Wangsakerta. Kerajaan ini dibangun tahun 130 Masehi yang terletak di pantai Teluk Lada (wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten). Raja pertamanya yaitu Dewawarman yang memiliki gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Rakja Gapura Sagara yang memerintah sampai tahun 168 M.
Dalam Babad suku Sunda, Kota Perak ini sebelumnya diperintah oleh tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya atau Aki Tirem, waktu itu kota ini namanya Pulasari. Aki Tirem menikahkan putrinya yang bernama Pohaci Larasati dengan Dewawarman. Dewawarman ini sebenarnya Pangeran yang asalnya dari negri Palawa di India Selatan. Daerah kekuasaan kerajaan ini meliputi semua pesisir selat Sunda yaitu pesisir Pandeglang, Banten ke arah timur sampai Agrabintapura (Gunung Padang, Cianjur), juga sampai selat Sunda hingga Krakatau atau Apuynusa (Nusa api) dan sampai pesisir selatan Swarnabumi (pulau Sumatra). Ada juga dugaan bahwa kota Argyre yang ditemukannya Claudius Ptolemalus tahun 150 M itu kota Perak atau Salaknagara ini. Dalam berita Cina dari dinasti Han, ada catatan dari raja Tiao-Pien (Tiao=Dewa, Pien=Warman) dari kerajaan Yehtiao atau Jawa, mengirim utusan/duta ke Cina tahun 132 M.
 
dan kembali air laut makin lama makin menyusut, daratan di daerah kuantan sudah mulai bermunculan, tumbuhan, pohon telah berubah menjadi hutan - hutan dan pohon nyiur berbaris di setiap pesisirnya.
 
sepuluh tahun telah berselang, RAJA DATO TUNGGAL mulai sakit - sakitan, dan ia di kemudian di gantikan oleh putranya dengan gelar yang sama, putranya ini lebih muda dua tahun dari AUR KUNING, dengan di gantikannya DATO TUNGGAL 1 pemerintahan mulai berubah, banyak pejabat - pejabat baru mulai di angkat dan mereka sangat arogan dan ingin mengeruk keuntungan sendiri. sementara DATO TUNGGAL 2 yang baru saja di angkat sebagai raja tidak pernah mau mendengar nasihat - nasihat yang di berikan paman - pamanya, bahkan seperti takut kekuasaannya di ambil oleh paman - paman mereka ini yang menjadi keperayaan ayahnya.
 
selang lima tahun kemudian AUR KUNING mengajak dua saudaranya TUMANGGUNG dan PERPATIH mendirikan kerajaan baru di daerah BOTUNG, mendirikan kerajaan ini dengan maksud untuk berjaga - jaga agar suatu saat apabila kerajaan KANDIS di serang musuh, mereka bias menyelamatkan raja dan meneruskan pemerintahan di daerah ini.
 
dan pada saat itu juga rupanya bawahan raja juga menyiapkan pendirian sebuah kerajaan baru bernama KERAJAAN KANCIL PUTIH di daerah BUKIT SELASIH DAN PINANG MASAK di DAERAH LUBUK RAMO - PANTAI. ke dua kerajaan ini bersiasat untuk menggulingkan kekuasaan raja,
 
KERAJAAN KANDIS masa itu telah menjadi sebuah kerajaan yang sangat megah dan besar, istana ber taburkan emas berkilauan, rakyat hidup makmur dan mewah, dan kapal - kapal dagang dari cina pun sudah banyak datang untuk berbarter barang kepada mereka. di antaranya membawa sutera dan barang - barang lainnya. sementara dari SALAKA NEGARA membawa lada dan beras. perdagangan maju pesat sekali.
 
dan kerajaan - kerajaan lain pun mulai bermunculan, saudara lelaki permaisuri raja mendirikan sebuah kerajaan di SINGINGI HILIR ( koto baru daerah GUNUNG MEDAN sekarang )
dan adik raja sendiri bernama DANG TUANKU mendirikan kerajaan di SINGINGI ( PAGARUYUNG sekarang ) namun masa itu lebih di kenal dengan sebutan KERAJAAN DANG TUANKU. sementara kerajaan IMBANG JAYO rajanya bergelar RIO DIPATI
 
demikianlah perkembangan di KANDIS, kerajaan - kerajaan baru berdiri dan mulai mengambil peranan dan keinginan, siasat untuk penggulingan kerajaan kandis tercium oleh AUR KUNING di KOTO ALANG, ia memerintahkan panglima perangnya menyerang kerajaan KANCIL PUTIH.
Perang pun berkecamuk dan koto alang berhasil mengalahkan KANCIL PUTIH yang bekerja sama dengan kerajaan PINANG MASAK.
 
tetapi dengan kecerdikan RATU di PINANG MASAK ia berhasil menghasut raja untuk menyerang KERAJAAN KOTO ALANG, raja terhasut dan mengirim pasukan yang lebih besar untuk menyerang koto alang, AUR KUNING berunding dengan adik - adik sepupunya TEMENGGUNG dan PERPATIH, sementara para panglima masih bertempur dengan pasukan dari KANDIS, kemudian mereka bertiga sepakat untuk meninggalkan KANDIS dan kembali ke Tanah asal atau kerajaan masing - masing.
 
dengan perginya raja AUR KUNING, TUMANGGUNG dan PERPATIH meninggalkan kerajaan KOTO ALANG, maka ber akhirlah kerajaan koto alang, dan para punggawa, pengawal dan panglima yang setia juga meninggalkan kerajaan kandis .
TUMENGGUNG dan PERPATIH meninggalkan koto alang menuju KERAJAAN PASUMAYAM KOTO BATU - MARAPI. dengan menggunakan perahu menelusuri SUNGAI NANING dan melanjutkan dengan berkuda menuju PADANG PANJANG karena daratan sudah semakin luas, sempat bingun juga ke duanya yang di ikuti beberapa prajurit pengawal mereka. hingga tiba di sebuah lembah, di situ mereka melihat sebuah kapal yang tersangkut di celah celah karang. itulah agaknya perahu pengawalnya dulu, dengan kesaktian kedua nya, perahu itu pun kemudian makin keras dan membatu. setelah bersembahyang mereka kemudian meneruskan perjalanan mereka mendaki perbukitan menuju PADANG PANJANG.
 
demikianlah kisah dua orang pangeran dari KERJAAN MERAPI ini kembali ke kampong halaman mereka setelah cukup lama di KANDIS.
 
episode selanjutnya : PERJALANAN AUR KUNING