slogan

WE SERVE BETTER

Kamis, 26 Februari 2015

percutian di bulan march 2015

tarikh 1 - 3 march percutian di bandung 3 hari dan 2 malam
tarikh 3 - 5 march minangkabau tour 3 hari dan 2 malam
tarikh 5 - 13 march overland tour jakarta - bandung - jogja - semarang - puncak
tarikh 9 - 12 march percutian di padang - bukittinggi
tarikh 13 - 17 march percutian di padang - bukittinggi
tarikh 14 - 17 march percutian di bandung
tarikh 15 - 18 march percutian di padang - bukittinggi
tarikh 16 - 20 march percutian di minangkabau
tarikh 21 - 24 march percutian di medan
tarikh 23 - 27 march percutian di surabaya
tarikh 28 - 31 march percutian di bali

jom sila joint

call / contact / wahtsapp : m subari +6281806803803

Minggu, 08 Februari 2015

TESTIMONI - GROUP CONFIRM DI BULAN MARCH




Senarai Nama Peserta Terapi Kembara Ilmu
Ke Bukit Tinggi Sumatera Barat Indonesia
Tamu Wali Kota Bukittinggi (Bapak Ismet)
16-20 Mac 2015
 
 

                                                                                                                                         

 

 

 

PERGI  :   AK 405    16 Mac 2015      KUL – PDG : 13.55 (1.55 ptg)

BALIK  :    AK 404    20 Mac 2015     PDG – KUL : 14.25 (2.25 ptg)

Bil
Nama Penuh & No. Kad Pengenalan
Kamar
1.
MOHAMED ANUAR BIN YUSOF
16.10.1959
202
2.
ZULKIFILE BIN KARIMON
19.4.1970
201
Extra bad
3.
MUHAMMAD IKRAMUDDEEN BIN ZULKIFILE
15.8.1998
4.
ROZILA BINTI ABD RAJAK
13.5.1970
5.
MOHAMAD YUSOF BIN YAAKUP
5.9.1938
103
6.
ZAHARAH BINTI LEBAI ISMAIL
13.5.1944
7.
MOHD NOOR BIN KAILANI
20.3.1955
101
8.
MAARIS BIN ABDUL GHANI
11.3.1940
9.
NORLAILA BINTI RAHIM
9.4.1981
206
10.
NUSA ERA BINTI YAKOH
1.12.1990
11.
FATIMAHBINTI SULAIMAN
5.6.1943
204
12.
NAJWA  SORFINA BINTI NORAZLAN
 
13
HAJAR BINTI MUHAMMAD
19.9.1944
208
14
JURIAH BINTI YUSOF
23.1.1943
15
MD ARIFF BIN HUSSEIN
2.2.1945
214
16.
ZALEHA BINTI ISMAIL
10.11.1949
17.
AISHIA BINTI HUSSAIN
8.7.1963
203
18.
AMIRAH BINTI MUSTAZA
1.7.1993
19.
MUHAMMAD FIRDAUS BIN MOHD NIZAR
24.5.1997
104
20.
ABDULLAH BIN MOHD KHALID
7.10.2003
21.
ABDUL RAHMAN BIN KEMAT
 
102
22.
NORMAH BINTI MOHD ALI
 
23.
SITI MARIAM BINTI ABU BAKAR
 
205
24.
AZLINA BINTI ABDUL AZIZ
18.2.1962
25.
RAFIZAH BINTI MOHAMAD YUSOF
8.6.1973
105
26.
THUAIBATUL ISLAMIAH KAMARUDDIN BINTI ABDULLAH
5.2.2007

 

Jumat, 06 Februari 2015

SEJARAH MINANG - EPISODE HARIMAU CAMPO

HARIMAU CAMPO
 
masih dalam ingatan saat datangnya SRI MAHARAJA DIRAJA di gunung merapi di dampingi pengawal dan permaisurinnya, yang kemudian mendirikan kerajaan PASUMAYAM KOTO BATU, dan setelah SRI MAHARAJA DI RAJA wafat, ia di gantikan oleh SURI DI RAJA adik dari permaisuri. dan permaisuri kemudian menikah dengan CATI BILANG PANDAI mahapatih yang sangat pandai dan cerdik. sehingga lahirlah perpatih atau SUTAN BALUN, dan setelah besar bergelar DATUK PERPATIH, ia adalah adik dari DATU KATUMANGGUNGAN anak dari SRI MAHARAJA DIRAJA dengan permaisuri.
 
dalam perjalanan waktu, akhirnya kedua anak itu berjumpa dengan saudara sepupu mereka RAJA AUR KUNING dan setelah kerajaan KANDIS menyerang kerajaan KOTO ALANG mereka kembali ke kerajaannya di gunung MERAPI yang telah di pindahkan ke PARIANGAN oleh  datuk suri diraja. dimana saat itu, tatanan pemerintahan telah sedemikian rupa rapinya. ber koto koto dan bernagari. kemudian tentara kerajaan mereka adalah para pesilat pesilat ber ilmu tinggi, murid - murid dari para pengawal SRI MAHARAJA DIRAJA dahulu. seperti : HARIMAU CAMPO, KUCING SIAM, ANJING MUALIM, KAMBING HUTAN.
 
dari sekian banyak pengawal yang paling di takuti dan di segani adalah HARIMAU CAMPO yang mendiami daerah BUKITTINGGI sekarang ini. di situ secara turun - temurun mereka mengajarkan silat tuo HARIMAU CAMPO, dan setelah berjalannya waktu jumlah penduduk dan pengikut mereka banyak mereka di kenal sebagai SUKU SIKUMBANG yang artinya SUKU HARIMAU atau SUKU KUMBANG ( identic dengan nama macan kumbang ). sebagai suntingan di ambil dari :
 
Asal-usul Suku Sikumbang[sunting | sunting sumber]
Diduga nama Sikumbang berasal dari kata Si Kumbang. Si Kumbang sendiri bermaksud Harimau Kumbang (Harimau berwarna hitam). Kemungkinan dulunya orang-orang suku Sikumbang ini keturunan Tamil India yang kulitnya hitam dan memiliki keahlian bela diri berupa silat harimau yang terkenal.
Selain itu, ada beberapa kata yang terkait dengan asal usul nama suku Sikumbang yaitu kata kumbang. Kumbang bisa berarti sejenis serangga, atau sebuah nama untuk macan tutul (harimau). Sikumbang sangat terkenal di zaman dulu di ranah Minangkabau. Bahkan Sutan Balun yang kemudian bergelar Datuk Perpatih Nan Sebatang diceritakan oleh Gus tf Sakai.
Di nagari tertua dalam wilayah Minangkabau, yakni di nagari Pariangan, suku ini merupakdan suku yang berperan sebagai hulubalang nagari, karena dalam suku Sikumbang ini, kaum laki-laki berjumlah banyak dan sangat ahli dalam beladiri. Selain itu, suku ini juga diutus untuk ke batipuh untuk meredakan perselisihan antara masyarakat batipuh ateh dengan batipuh bawah, yang mana pertikaian di picu oleh perbedaan faham antara Bodi Caniago dengan Koto Piliang.
Pemimpin dari suku ini yaitu seorang pendekar yang diberi gelar Tuan Gadang. Seluruh anggota suku Sikumbang mengabdikan diri pada Tuan Gadang. Atas keberhasilan suku ini meredakan pertikaian di batipuh, Tuan Gadangpun diberi gelar kembali, dengan gelar Hariamau Campo.
 
dengan keberadaan TUAN GADANG yang memiliki pengikut cukup banyak, DATUK KATUMANGGUNGAN dan DATUK PERPATIH serta RAJO AUR KUNING mempersiapkan segala sesuatunya menghadapi serangan tentara cina bila bila waktu.
 
untuk kita ketahui bersama bahwa DATUK KATUMANGGUNGAN adalah pencetus kelarasan suku KOTO PILIANG dan DATUK PERPATIH adalah pencetus kelarasan BODI CANIAGO
 
dan saat itu telah banyak lahir suku - suku yang mendiami kawasan GUNUNG MERAPI dan salingka SINGGALANG dan GUNUNG SAGO hingga ke KURINCI dan TALANG.
 
kisah selanjutnya : PERTIKAIAN DANG TUANKU DENGAN IMBANG JAYO


SEJARAH MINANGKABAU - KEMELUT DI TANAH KANDIS

KEMELUT DI KERAJAAN KANDIS

setelah KANDIS menyerang KOTO ALANG dan akhirnya raja AUR KUNING meninggalkan KANDIS dan mendirikan kerajaan LUBUK JAMBI - ( JAMBI ). rupanya itu adalah siasat dari RAJA KANCIL PUTIH dan PINANG MASAK yang akhirnya mereka bekerja sama dengan RAJA SINTONG yang dating dari CINA untuk menyerang KANDIS, dan peperangan besar pun terjadi para pembesar kerajaan kandis banyak terbunuh dan yang selamat segera mundur untuk menyembunyikan istana  DHAMNA, sebuh istana megah yang sangat indah terhiasi emas mulia dan bertahtakan mutiara, dalam waktu sekejap istana itu lenyap tertelan lautan.

ISTANA DHAMNA yang megah itu adalah sebuah istana yang di bangun dengan arsitektur canggih, dan di bangun di atas sebuah lautan masa itu. dan dalam konstruksi bangunannya di atur sedemikian rupa untuk bisa menyembunyikan istana itu cukup dalam. dan rupanya pada saat kejadian itu, para pembesar yang bertugas menjaga istana DHAMNA menenggelamkan istana tersebut. kemudian para pembesar itu bersumpah setia untuk saling menjaga kerahasiaan istana tersebut.

para pembesar itu kemudian menghilangkan diri dan kononnya salah seorang dari mereka mendirikan sebuah bangunan yang menyerupai istana dhamna dan akhirnya saat pasukan cina dari raja SINTONG itu tiba mereka  sangat kesal mendapati istana dhamna yang di sohorkan itu hanya berupa sebuah candi terbuat dari batu bata, kemudian pasukan raja SHINTONG yang ber agama budha menjadikan bangunan itu sebagai kuil mereka dan menetap di sana untuk persiapan menyerang dan menaklukan kerajaan LUBUK JAMBI.

sang raja kandis saat itu tewas terbunuh dalam peperangan tersebut, dan pada saat yang telah di tentukan oleh KOMANDAN PASUKAN RAJA SINTONG mereka berangkat untuk menyerang kerajaan JAMBI. kembali peperangan hebat terjadi dan RAJA AUR KUNING yang bergelar HYANG INDERAJATI mundur melintasi kawasan yang sangat jauh dan kembali berputar menuju GUNUNG KERINCI, sedih juga ia saat itu mendapati kerajaan KERINCI tidak lagi terurus dan sepertinya hanya menjadi sebuah KOTA kecil saja. dan dari sana ia mendapat kabar bahwa ibunya BUNDO KANDUNG telah berpindah ke PAGARUYUNG bersama adik adiknya, bergegaslah ia mengarahkan bahteranya ke arah pagaruyung, hingga tiba di kawasan SUMANIK ia berhenti dan mendirikan pesangrahan untuk menenangkan bathinnya sebelum berjumpa dengan keluarganya.

Cukup lama juga ia di daerah SUMANIK mengajarkan agama islam kepada penduduk setempat, dan juga mengajarkan banyak ilmu yang sangat berguna bagi penduduk setempat, mulai sebagai nelayan dan juga petani, ia ahli di bidang ilmu perbintangan dan juga ilmu silat. sehingga ramailah penduduk yang bersimpati kepadanya, dan mengangkatnya menjadi DATUK, dengan gelar MAKHUDUM.
dan setelah keadaan di SUMANI semakin ramai ia tinggalkan kawasan itu kepada kemenakannya dan ia angkat kemenakannya sebagai RAJA KECIL / rajo kociak, dengan gelar yang sama dengannya MAKHUDUM SUMANIK, dan AUR KUNING meneruskan perjalanannya menuju PAGARUYUNG, di sana ia berjumpa dengan BUNDO KANDUNG ibunya yang sudah cukup tua pada umurnya saat itu, dan juga adik adiknya seibu, DANG TUANKU dan CINDUA MATO,
kebahagiaan tiada terkira meliputi keluarga bundo kandung saat itu. setelah bercerita panjang lebar dan menjelaskan rencana penyerangan tentara cina ke daerah lainnya, maka mereka kemudian bersiap sedia berjaga, jaga dan mendirikan benteng - benteng pertahanan.

tidak lupa juga AUR KUNING menemui adik adik sepupunya yang tinggal tidak jauh dari kawasan BUKIT BATU PAHAT tersebut, dan saat itu daratan sudah semakin luas, tempat mana dulu sering di lalui OJUNG / perahu kini telah berupa Tanah padang yang luas, dan dengan kereta kuda atau PEDATI mereka saling terhubung.

akhirnya berjumpalah AUR KUNING dengan DATUK TUMANGGUNG dan DATUK PERPATIH kemudian mereka saling bercerita pengalaman mereka semenjak berpisah, dan menceritakan pula kemajuan pesat KERAJAAN PAGARUYUNG / BUKIT BATU PAHAT masa itu.

saat itu tersiar kabar bahwa pusat pemerintahan KERAJAAN KANDIS di pindahkan ke TELUK KUANTAN atau DUSUN TUO.
kemudian mereka berencana mengadakan pertemuan membahas bagaimana membuat pertahanan dari penyerangan PASUKAN CINA itu.

kisah selanjutnya adalah : HARIMAU CAMPO

Kamis, 05 Februari 2015

SEJARAH MINANGKABAU - KERAJAAN PAGARUYUNG

kisah terdahulu menceritakan dimana KERAJAAN DANG TUANKU dan KERAJAAN IMBANG JAYO mulai maju pesat, sementara itu di KERJAAN INDERA PURO seorang dara jelita putri dari RAJO MUDO raja di INDERA PURO paman dari DANG TUANKU, tengah menjadi pembicaraan karena kecantikannya, banyak pangeran yang jatuh hati dan ingin meminangnya, tapi mereka takut dengan RAJO MUDO yang sakti, begitu juga mereka banyak mengetahui kalau PUTI BUNGSU telah di tunangkan dengan DANG TUANKU.

kerjaan KURINCI telah makin surut pamor nya di sebabkan raja PANDEKA PANJANG GOMBAK telah meninggal dan begitu juga BUNDO KANDUNG telah pindah ke kerajaan DANG TUANKU. dan ketikan kerajaan Dang tuanku makin kuat, kerajaan kurinci di jadikan kerajaan bawahan dari kerajaan dang tuanku.

di saat DANG TUANKU muda, kawasan tempat mereka mendirikan istana banyak di kelilingi BUAYA yang sangat bengis dan sering menyerang pengawal serta rakyat yang mendiami kawasan tersebut. dan pernah sekali menyerang CINDUA MATO saat mandi di sungai tempat biasa DANG TUANKU mandi, sehingga membuat CINDUA MATO marah dan menyerang buaya - buaya yang ada di sungai itu. dan raja buaya masa itu pun menjadi marah dan ingin menyerang istana DANG TUANKU, namun karena kecerdikan CINDUA MATO, penyerangan itu berhasil di patahkan, tetapi untuk berjaga - jaga dari serangan buaya tersebut cindua mato memerintahkan para prajurit dan rakyatnya waktu itu untuk membuat pagar di sepanjang sungai dengan POKOK RUYUNG yang kuat dan berduri, serta menanam pokok ruyung sebanyak - banyaknya karena kebetulan Tanah daratan yang mereka diami banyak di tumbuhi pokok ruyung sehingga tidak sulit mereka membuat pagar dari pokok ruyung.

lambat laun orang banyak menyebut istana itu dengan sebutan ISTANA PAGARUYUNG.
dan kemudian bergantilah nama kerajaan DANG TUANKU menjadi KERAJAAN PAGARUYUNG.
istana di buat indah sedemikian rupa. dan kemudian raja dan para putri istana tidak lagi mandi di sungai tetapi mandi di sebuah pincuran yang di kenal dengan sebutan PINCURAN TUJUAH yang memiliki tujuh buah pancuran.

DANG TUANKU kemudian di daulat sebagai RAJA PAGARUYUNG dengan gelar SYAH ALAM MALIN DAULAT. sebagai RAJO ALAM dan CINDUA MATO sebagai AMPANG LIMA ( PANGLIMA ).

untuk selanjutnya RAJO ALAM MALIN DAULAT dengan CINDUA MATO mulai menata pemerintahan kerajaan mereka.

pusat kerajaan berada di BUKIT BATU PAHAT. dan semenjak itu pada tahun 180 M kerajaan Pagaruyung mulai di kenal di se antero PULAU PACO / PULAU PERCA / PULAU EMAS / SWARNA DWIPA.

KISAH SELANJUTNYA : EPISODE KEMELUT DI TANAH KANDIS

Rabu, 04 Februari 2015

SEJARAH MINANGKABAU - KERAJAAN DANG TUANKU - IMBANG JAYO 2

KERAJAAN IMBANG JAYO


setelah kerajaan KANDIS menyerang kerajaan KOTO ALANG yang di perintah oleh Raja Aur Kuning, kerajaan lain mulai bermunculan dan mulai mengembangkan wilayahnya dan kemajuan negaranya. salah satunya adalah KERAJAAN DANG TUANKU di daerah Batusangkar sekarang. dengan rajanya SUTAN RUMANDUNG dan di bantu oleh adiknya CINDUA MATO kedua nya sebenarnya adalah adik tiri dari RAJA AUR KUNING yang kemudian mendirikan kerajaan LUBUK JAMBI dan kemudian berpindah ke daerah JAMBI sekarang ini.


mereka belum sempat saling bertemu, di karenakan kesibukan mereka mengurus perniagaan dan pemerintahan serta menyiapkan pertahanan.
CINDUA MATO adalah seorang pemuda ahli perang yang tangguh dan sakti. sementara DANG TUANKU adalah raja yang sangat cerdas.

kembali di kerajaan KURINCI, adik sepupu dari raja PANDEKA PANJANG GOMBAK yang bergelar TIAN HUNG KUK ( TIANG BUNGKUK atau dewa bungkuk ) mendirikan sebuah kerajaan di daerah PULAU PUNJUNG  dan mengangkat anak nya IMBANG JAYO sebagai rajanya.
TIANG HUNGKUK bergelar RIO DIPATI dan IMBANG JAYO bergelar RIO AGUNG MUDA


keluarga PANDEKA PANJANG GOMBAK ini sebenarnya berasal dari benua ruhum / hindia. dan beragama HINDU, mereka datang adalah karena kerajaan mereka di kalahkan oleh MAHARAJA ALIF yang telah mulai menguasai kawasan pesisir selatan benua ruhum dan telah meng islamkan kerajaan - kerajaan yang ada di daerah itu. dalam perjalanannya ia sampai di gunung kerinci karena saat itu ia melintasi lautan di sebelah barat dari gunung merapi. maka tiba lah ia saat gunung kerinci telah menjadi pulau yang luas dan berhutan lebat. ia di temani oleh saudara sepupunya DEWA BUNGKUK.

di saat bahtera dari istri SRI MAHARAJA DEPANG tiba dan mengetahui mereka adalah masih saudara dari SRI MAHARAJA ALIF maka dengan siasatnya berhasil memperistrinya dan di beri gelar SRI PARAMISUARI BUNDO KANDUNG karena ia datang dalam keadaan mengandung aur kuning. SRI PARAMISUARI saat itu di temani para dayang dan pengawal serta adik sepupunya yang kemudian menjadi raja di kerajaan INDERA PURO Dengan gelar RAJO MUDO.

saat menjadi raja di INDERA PURO, RAJO MUDO masih memluk islam yang taat dan agak bertentangan dengan PANDEKA PANJANG GOMBAK sehingga memilih meninggalkan KURINCI dan mengungsi ke sisi sebelah barat gunung dan mendirikan kerajaan di daerah indera pura - lunang.
dan saat lahirnya DANG TUANKU dan CINDUA MATO secara diam - diam ia melatih keponakannya dan tetap mengajarkan ISLAM kepada ke dua keponakannya. dan hal itu sangat menggembirakan bagi SRI PARAMISUARI atau BUNDO KANDUANG. kemudian kakak beradik itu berjanji menjodohkan anak mereka kelak setelah besar.

begitu juga rupanya pada DEWA BUNGKUK, ia juga sebenarnya menaruh hati kepada bundo kandung dan ingin menggulingkan kekuasaan kakaknya PANDEKA PANJANG GOMBAK yang begitu lemah menghadapi bundo kandung.  akhirnya dewa bungkuk mendirikan kerajaan IMBANG JAYO mengikut nama anak kesayangannya. gelarnya adalah RAJA RIO DIPATI dan anaknya IMBANG JAYO bergelar RIO MUDA AGUNG.
rupanya saat IMBANG JAYO mulai beranjak dewasa jatuh hati kepada PUTI BUNGSU anak dari RAJO MUDO yang telah di pertunangkan dengan DANG TUANKU dan dengan siasatnya berhasil menyebar berita bahwa DANG TUANKU tidak akan kembali ke Tanah KURINCI lagi sebab ia telah menderita sakit yang sangat parah, dan hasutannya di perkuat setelah PANDEKA PANJANG GOMBAK MENINGGAL DUNIA, bundo kandung di jemput dan tinggal menetap di kerajaan dang tuanku.

MAKA MULAILAH PERSETERUAN TERJADI, mari kita simak pada episode selanjutnya

KERAJAAN PAGARUYUNG

Selasa, 03 Februari 2015

SEJARAH MINANGKABAU - KERAJAAN DANG TUANKU DAN IMBANG JAYO 1

KERAJAAN DANG TUANKU DAN KERJAAN IMBANG JAYO

KERAJAAN KANDIS maju sedemikian pesatnya, seiring dengan itu daratan pun mulai bermunculan, pulau - pulau kecil dan besar serta perbukitan yang kemudian berubah menajdi hutan hutan kecil dan semakin lama semakin ramailah penduduk yang mendiaminya sehingga bermunculanlah kerajaan - kerajaan baru.

KOTO ALANG, KANCIL PUTIH, PINANG MASAK, DANG TUANKU, IMBANG JAYO. berdiri pada perkiraan tahun 50 hingga 80 masehi, kemudian kerajaan KOTO ALANG yang mulai maju pesat berperang melawan kerajaan KANCIL PUTIH yang kemudian dengan siasat raja kancil putih berhasil meminta pertolongan kepada kerajaan kandis untuk mengalahkan kerajaan koto alang. akhirnya kerajaan koto alang pun berakhir di sebabkan raja AUR KUNING memilih meninggalkan kerajaannya dari pada harus melawan kemenakannya, begitu juga dengan TUMENGGUNG dan PERPATIH yang membantu raja AUR KUNING lebih memilih kembali ke kerajaannya dari pada harus melawan kakak kandung mereka.

RAJA AUR KUNING kemudian mendirikan kerajaan LUBUK JAMBI. sementara TUMENGGUNG di daulat menjadi raja di KERAJAAN BUNGO SETANGKAI dan bergelar DATUK KATUMANGGUNGAN, sementara itu PERPATIH atau SUTAN BALUN di daulat menjadi raja di KERAJAAN DUSUN TUO ( LIMO KAUM ) dengan gelar DATUK PERPATIH
akhirnya kerajaan - kerajaan itu bahu membahu dan mulai membentuk semacam persatuan kerajaan.

RAJA AUR KUNING sebagai seorang putera dari keturunan SRI MAHARAJA DEPANG dengan permaisuri yang masih kakak kandung dari permaisuri SRI MAHARAJA DIRAJA, ia  memiliki adik tiri, setelah kepergiannya meninggalkan ibundanya menuju kerajaan KANDIS, adik - adiknya telah besar, ibundanya yang bergelar BUNDO KANDUANG ( gelar yang di beri di saat mengandung dirinya menempuh perjalanan jauh hingga tiba di gunung kerinci ) telah menikah dengan Raja penguasa KERAJAAN KURINCI yang bergelar PANDEKA PANJANG GOMBAK, dan melahirkan anak bergelar SUTAN RUMANDUNG yang setelah besar bergelar DANG TUANKU, dan PANDEKA PANJANG GOMBAK ini pun menikahi dayang BUNDO KANDUANG yang bernama KEMBANG BANDAHARI dan melahirkan putra bernama CINDUA MATO,  setelah mereka besar mereka juga berkeinginan untuk menyusul kakak mereka, namun keadaan telah berubah lain, lautan dulu yang maha luas telah mulai surut dan telah banyak pulau pulau yang bermunculan, kemudian berangkatlah mereka meninggalkan kerajaan kurinci, bermaksud menyusul kakak mereka,  

di dalam perjalanan mereka telah mendengarkan gonjang ganjing ( BERITA ) tentang kondisi di kerajaan KANDIS sehingga SUTAN RUMANDUNG mengambil keputusan berhenti di sebuah daratan kosong yang di temuinya dalam perjalanan dan mendirikan tempat per istirahatan di sana sebelum meneruskan ke inginannya untuk mencari kakak mereka. tetapi lambat laun tempat istirahat itu makin ramai di singgahi para pedagang, dan di daratan yang mereka diami banyak di temukan pohon kelapa dan buah - buahan serta pohon botuang ( bamboo ).  dan yang paling utama adalah banyaknya di temukan pokok ruyung yang buahnya juga enak di buat makanan serta air irisannya bias di buat NIRA.

setelah dua tahun di sana mereka menetapkan untuk mendirikan kerajaan disana dan di daulatlah  SUTAN RUMANDUNG menjadi raja di sana. di bantu oleh CINDUA MATO. maka berkembang pesatlah kerajaan itu yang tak lain kemudian di kenal dengan sebutan KERAJAAN DANG TUANKU sesuai gelar yang di miliki oleh SUTAN RUMANDUNG.
sehingga akhirnya mereka mendengar kabar bahwa telah terjadi peperangan di KANDIS dan kakak mereka telah meninggalkan kerajaan KOTO ALANG, dan mendirikan kerajaan baru bernama LUBUK JAMBI.

PENGENALAN SINGKAT TOKOH CINDUA MATO DAN DANG TUANKU

CINDUA MATO adalah seorang pangeran muda tampan sakti dan gagah berani, cerdik dan pandai, konon pada masa itu tak satupun yang bias menandingi kesaktiannya. kesaktiannya konon ia dapat dari belajar ilmu kesaktian pada ayahnya PANDEKA PANJANG GOMBAK dan pamannya RAJO INDERA PURO yang bergelar RAJO MUDO.

DANG TUANKU adalah pewaris tahta KERAJAAN KURINCI di sebabkan ia anak pertama dari pernikahan BUNDO KANDUANG dan PANDEKA PANJANG GOMBAK, sedang AUR KUNING adalah putra pertama bundo kanduang dengan SRI MAHARAJA DEPANG. dan karena telah lama meninggalkan sri maharaja depang, dan sepertinya tidak ada seorang pun yang menyusulnya, bundo kanduang memutuskan menerima pinangan PANDEKA PANJANG GOMBAK untuk di jadikannya permaisuri di KURINCI,  dan setelah kerajaan DANG TUANKU makin makmur dan maju, bundo kanduang di boyongnya ke sana. sementara itu PANDEKA PANJANG GOMBAK ayahnya telah meninggal dunia.


dengan berpindahnya bundo kanduang ke kerajaan DANG TUANKU maka kerajaan kurinci menjadi kosong dan oleh adik sepupu raja PANDEKA PANJANG GOMBAK kerajaan di pindahkannya ke TAPAN dan di beri nama KERAJAAN KOYING. kerajaan ini berdamping - dampingan dengan kerajaan RAJO MUDO - INDERAPURA


kisah tentang cindua mato :
Edisi cetak tertua kaba ini adalah yang dicatat oleh van der Toorn, Tjindur Mato, Minangkabausch-Maleische Legende. Edisi ini hanya memuat sepertiga saja dari manuskrip asli yang tebalnya 500 halaman. Pada 1904 Datuk Garang menerbitkan edisi lengkap kaba ini di Semenanjung Malaya, dalam aksara Jawi. Edisi ini mirip dengan versi van der Toorn. Edisi Datuk Garang didasarkan pada manuskrip milik keluarga seorang Tuanku Laras di daerah Minangkabau timur.[2] Edisi lain adalah Saripado (1930), Madjoindo (1964), Endah (1967), Singgih (1972) dan Penghulu (1982). Cerita ini juga telah disadur ke dalam bentuk sandiwara oleh Moeis (1924), Penghulu (1955), dan Hadi (1977 dan dalam Esten, 1992).[1]
Naskah kaba ini tersimpan di berbagai perpustakaan, antara lain Jakarta (Juynboll, 1899) dan Leiden (Van Ronkel, 1921). [1]

Senin, 02 Februari 2015

SEJARAH MINANGKABAU - EPISODE PECAHNYA KERAJAAN LAGUNDI NAN BASELO ( PARIANGAN )









PECAHNYA KERAJAAN LAGUNDI NAN BASELO ( PARIANGAN )

setelah berdirinya kerajaan MELAYU JAMBI pada abad ke 2 masehi didirikan oleh RAJA AUR KUNING yang sebelumnya mendirikan kerajaan KOTO ALANG, maka kerajaan itupun menjadi berkembang pesat, tidak demikian di PASUMAYAM KOTO BATU.
Pada abad 1 Masehi di sekitar lereng Gunung Merapi.[1] Sri Maharajo Dirajo dengan permaisurinya Puti Indo Jolito dan anaknya bernama Sutan Maharajo Basa yang kemudian dikenal dengan gelar Datuk Ketumanggungan. Setelah meninggal dunia Sri Maharajo Dirajo digantikan oleh Datuk Suri Dirajo, sedangkan istrinya kembali menikah dengan Cati Bilang Pandai (penasehat ahli Sri Maharajo Dirajo) dan melahirkan tiga orang anak: Sutan Balun, Sutan Bakilap Alam, dan Puti Jamilan. Sutan Balun kemudian dikenal dengan gelar Datuk Perpatih Nan Sebatang
hampir se abad perjalanan waktu setelah KERAJAAN LAGUNDI NAN BASELO berdiri, koto - koto dan nagari nagari mulai di bentuk, di atur dengan aturan dan hukum yang tegas. menjadikan kerajaan aman dan tentram,
se iring air laut yang mulai menyusut dan timbulnya daratan daratan baru yang berupa pulau - pulau kecil berbukit bukit, maka makin berkembanglah masyarakat dan penduduk yang mendiami kawasan kawasan baru tersebut. sehingga pada abad ke 2 masehi setelah kepulangan TUMENGGUNG DAN PERPATIH, telah banyak yang berubah pada kampong halaman mereka.
kehadiran mereka di elu elukan oleh seluruh rakyat, dimana mereka adalah penerus kerajaan yang ada.

Dewan pertimbangan Kerajaan Pasumayan Koto Batu dipimpin oleh Sri Dirajo (Datuk Suri Dirajo). Hukum yang diterapkan di tengah masyarakat disebut sebagai Undang-undang Simumbang Jatuh yang terdiri atas dua bagian yaitu Si Gamak-gamak (atau Tariak Baleh) dan Si Lamo-lamo. Penerapan hukum tersebut diserahkan sepenuhnya kepada penguasa, dimana penguasa dalam menjatuhkan hukumannya hanya berdasarkan perasaan atau berdasarkan keyakinannya sendiri.

Di Pariangan didirikan sebuah tempat bersidang yang disebut Balai Saruang. Di Balai Saruang inilah segala sesuatu dimusyawarahkan. Kemudian didirikan juga Balai Nan Panjang, Balai Pasujian, dan Balai Kaciak.[2] Balai Saruang hanya terdiri dari satu ruang, sedangkan Balai Nan Panjang terdiri dari 17 ruang.
Datuk Suri Dirajo kemudian mengangkat Sutan Maharajo Basa yang bergelar Datuk Ketumanggungan dan Sutan Balun yang bergelar Datuk Perpatih Nan Sebatang. Semasa kerajaan Pasumayan Koto Batu ini adat Minangkabau sudah disusun sedemikian rupa, namun kemudian disempurnakan oleh Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang. Keduanya lalu dianggap oleh orang Minangkabau sebagai pendiri adat Koto Piliang yang aristokratis dan adat Bodi Caniago yang demokratis.

SEBAB PECAHNYA KERAJAAN LAGUNDI NAN BASELO

Setelah Kerajaan Pasumayan Koto Batu berakhir dengan Rajanya Sri Maharajo Dirajo yang kemudian digantikan oleh Datuk Suri Dirajo. Maka selanjutnya muncul 2 orang pemimpin yang bernama Datuk Katumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sabatang. Sebagaimana dikatakan sebelumnya kedua orang tokoh ini seibu berlainan bapak.

Datuk Katumanggungan mendirikan Kerajaan Bungo Satangkai di Sungai Tarab dan sebagai yang dipertuan adalah Datuk Banadaro Putiah.

Sedangkan datuk Perpatih Nan Sabatang meninggalkan Nagari Pariangan Padang Panjang dan mendirikan Nagari Limo Kaum XII Koto dan IX Koto di Dalam. Didaerah ini yang berdaulat Datuk Perpatih Nan Sabatang sedangkan pemerintahan sehari-hari dilaksanakan oleh Datuk Bandaro Kuning.

Yang termasuk Kerajaan Dusun Tuo adalah daerah yang termasuk Lareh Bodi Chaniago adalah Tanjung Nan Tigo dan Lubuak Nan Tigo.

Sedangkan Kerjaan Bungo Satangkai meliputi Langgam Nan Tujuh.
Semasa Kerajaan Dusun Tuo dan Bungo Satangkai diadakan perubahan Undang-Undang Simumbang Jatuah dirubah dengan undang-undang Si Lamo-lamo intinya adalah bahwa sesuatu keputusan yang akan diambil diperhitungkan terlebih dahulu masak-masak, melarat dan memanfaatkannya. Hukuman yang telah dijatuhkan belum dapat dilaksanakan tetapi harus diberi tenggang waktu lebih dahulu agar hukuman itu benar-benar menghukum orang yang bersalah.

Yang melaksanakan Undang-undang Si Lamo-lamo adalah Kerajaan Dusun Tuo di bawah pimpinan Datuk Perpatih Nan Sabatang, sedangkan Kerajaan Bungo Setangkai di Bawah pimpinann DatukKatumanggungan tetap bertahan dengan undang-undang Simumbang Jatuah. Akhirnya kedua tokoh ini terjadi perselisihan. Perselisihan ini akhirnya diadakan perdamaian dan ikrar bersama ditandai dengan Batu Batikam. Isi perdamaian bahwa Undang-undang Silamo-lamo berlaku bagi seluruh Minangkabau dan Adat Bodi Chaniago dan Koto Piliang sama-sama berlaku bagi seluruh rakyat Minangkabau.

Selanjutnya terjadi pula perubahan yaitu Undang-undang si Lamo-lamo diganti dengan Undang-undang Tariak Baleh. Sebagai contoh Undang-undang Tariak Baleh ini adalah:

Salah tariak mangumbalikan
Salah cotok malantiangkan
Salah makan mamuntahkan


Artinya kesalahan yang diperbuat seseorang dapat diuperbaikinya kembali sebelum hukuman dijatuhkan kepadanya. Akhirnya undang-undang Tariak Baleh ini terjadi lagi perubahan yaitu Undang-Undang Duo Puluah yang diberlakukan di seluruh Minangkabau baik di Lareh Koto Piliang maupun Lareh Bodi Caniago yang mana sampai sekarang masih berfungsi sebagai hukum adat di nagari-nagari pada saat sekarang.

Yang dapat kita ambil kesimpulan adalah bahwa semasa Datuk Katumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sabatang betul-betul telah mereka susun adat Minangkabau yang nenjadi pegangan bagi orang Minangkabau sejak dahulu sampai sekarang. Tidak mengherankan kalau nama Datuk Katumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sabatang tidak dapat dilupakan oleh orang Minangkabau sepanjang masa.
EPISODE selanjutnya adalah KERAJAAN DANG TUANKU DAN IMBANG JAYO